Pakai Teknologi Kelas Militer, Telkom Target Gandakan Pelanggan Indihome

Admin
Admin,
Selasa, 08/11/2016 06:43 WIB


Pakai Teknologi Kelas Militer, Telkom Target Gandakan Pelanggan Indihome
Om Kumis - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) beralih ke teknologi analisis berbasis lokasi yang canggih sebagai bagian dari usaha perusahaan untuk menggandakan jumlah pelanggan IndiHome. Dengan peralihan teknologi ini, pelanggan paket layanan komunikasi dan data ini ditergetkan bisa naik hingga 100 persen pada 2020 mendatang.

Saat ini jumlah pelangganya ada di angak 2 juta pelanggan sehingga pada tahun 2020 diharapkan bisa menyentuh angka 4 juta. Perangkat analisis berbasis lokasi yang digunakan oleh Telkom adalah teknologi pemetaan level militer, yang dikenal sebagai platform ArcGIS. Teknologi ini mampu mengintegrasikan data dari beragam sistem bisnis, melakukan analisis level tinggi, dan menyuguhkan data siap guna dalam tampilan peta yang dinamis.

Seperti diberitakan Kantor Berita Antara, Kamis (6/10), solusi ini menyuguhkan data dengan visualisasi akurat dan sangat jelas, misalnya data lokasi dan demografi pelanggan, tren pasar, dan lokasi perangkat seperti Optical Distribution Points (ODP).

Dengan demikian, para pengambil keputusan di perusahaan memiliki informasi yang jauh lebih jelas mengenai distribusi pelanggan dan luas cakupan layanan jaringan mereka. Informasi yang dihasilkan dari teknologi ini membantu perusahaan menentukan lokasi-lokasi strategis untuk menginstal ODP mereka, yaitu di wilayah yang memiliki konsentrasi pelanggan telekomunikasi yang tinggi. Dengan demikian, di area terkonsentrasi tersebut Telkom dapat memfokuskan layanan kualitas tinggi untuk produk sambungan telepon, komunikasi internet, dan layanan TV berbayar milik mereka.



“Baik untuk merespon pertanyaan dari pelanggan, meningkatkan cakupan layanan data, atau meluncurkan produk dan layanan terbaru — lokasi adalah inti dari rangkaian kegiatan yang dilakukan industri telekomunikasi. Oleh karenanya, informasi yang berkenaan dengan lokasi sangat penting dalam setiap aspek pengambilan keputusan,” ujar CEO Esri Indonesia, A Istamar.

Menurutnya, industri telekomunikasi saat ini tengah mengalami lonjakan pertumbuhan data. Hal ini disebabkan perusahaan menggunakan sejumlah perangkat yang berbeda untuk membantu proses pengambilan keputusan. Kebutuhan akan data yang dapat ditampilkan dalam bentuk pemetaan terus tumbuh.

"Sayangnya, dari perangkat Business Intelligence yang tersedia, yang dimanfaatkan untuk memproses dan menganalisis data semacam ini seringkali sulit dioperasikan. Sehingga tidak jarang ditemukan hasil data yang disuguhkan dalam bentuk peta statis yang tidak dapat digali lebih lanjut oleh pengguna,” kata Istamar.

Dengan teknologi analisis berbasis lokasi, perusahaan-perusahaan telekomunikasi memiliki kemampuan unik untuk menggali keluar hubungan, pola, dan tren yang selama ini terkubur oleh gempuran umpan media sosial, selain laporan-laporan dan grafik statis. Karena itu dengan teknologi ini, para pengambil keputusan dapat secara akurat menentukan potensi pasar, dan memiliki pemahaman lebih mendalam mengenai risiko dan peluang yang ada.

Beberapa perusahaan global terkemuka, seperti Petronas, Starbucks, Wendy’s, Pertamina EP dan Bank of America, juga menggunakan teknologi ini untuk menumbuhkan basis pelanggan dan meningkatkan profitabilitas usaha mereka.

“Dengan Telkom yang kini juga mendayagunakan teknologi yang terbukti menggerakkan perusahaan-perusahaan terbaik di dunia ini, tim implementasi yakin mereka dapat memaksimalkan teknologi ini dan membawa layanan dan kinerja bisnis Telkom ke level selanjutnya,” ujar Istamar.