Politik Tanah Abang Ala Jokowi

Admin
Admin,
Jumat, 04/11/2016 12:53 WIB


Politik Tanah Abang Ala Jokowi
Om Kumis - Bukannya mengajak Presiden Filipina Rodrigo Duterte ke tempat-tempat wah untuk memamerkan hasil pembangunan, Presiden Joko Widodo malah mengajaknya ke Pasar Tanah Abang. Ini bukan kali pertama tamu negara diajak Jokowi ke pasar grosir yang katanya terbesar di Asia Tenggara itu.

Sebelumnya Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull yang berkunjung ke Indonesia juga diajak Jokowi ke Tanah Abang.

Tanah Abang memang sekan tak bisa dipisahkan dengan Jokowi. Saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, pembenahan kawasan pasar tekstil itu jadi salah satu prioritasnya. Meski belakangan dipertanyakan keberhasilanya, namun saat baru-baru ditata, Tanah Abang saat itu tidak semrawut seperti biasanya.

Saat Jokowi meminta tak ada pedagang yang memajang barang daganganya di bahu jalan yang bisa membuat macet. Tanah Abang mem ang dikenal dengan lalu lintasnya yang super macet. Jalan sempit semakin padat karena ada pedagang yang menggunakan bahu jalann untuk berdagang. Belum lagi armada angkutan kota yang berhenti di sembarang tempat.

Untuk para pedagang, Jokowi memindahkannya ke Blok G. Penataan dilakukan di salah satu blok tersebut. Untuk memancing minat pembeli, disediakan hiburan music di blok tersebut.
Awalnya upaya ini Nampak berhasil. Namun kelamaan, seiring dengan tak ada lagi perhatian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sepinya pembeli berkunjung, Blok G juga ditinggalkan pedagang. Belakangan ada kabar blok tersebut malah jadi tempat nongkrong preman sekaligus tempat pekerja seks komersil menjajakan diri.

Kini, Tanah Abang kembali semrawut, kembali macet namun tetap menjadi magnet masyarakat untuk berbelanja tekstil. Atau memang begitulah ciri khas Pasar Grosir Tanah Abang.

Kembali ke gaya politik Jokowi mengajak tamunya ke pasar ini. Sekitar 35 menit Jokowi mengajak Duterte berkeliling Tanah Abang. Produk tekstil lokal terutama batik dikenalkan Jokowi pada Duterte.

Kredit Foto : Antaranews.com


Bertanya harga dan soal produk yang dijual kepada pedagang, Jokowi lantas menjelaskan ke Duterte. Beberapa kali bekas Wali Kota Solo ini melakukan hal tersebut. Duterte terlihat menikmati kunjungan ini dengan banyak tersenyum.

Sejumlah pedagang mengaku tidak tahu siapa tamu yang dibawa Jokowi kali ini. Malah ada pedagang yang menyangka Duterte adalah orang Batak.
Beberapa pedagang lain mengaku hanya tahu sedikit soal Duterte, bagaiman ia tegas mengizinkan warga negaranya menembak mati para gembong narkotik.

Sebelum Duterte, Jokowi juga mengajak Perdana Menteri Australia Malcom Turbull ke Tanah Abang pada November tahun lalu. Saat itu Jokowi mengaku ingin mengenalkan Turnbull kepada masyarakat Indonesia. Sementara kepada Turnbull, Jokowi ingin mengenalkan pasar rakyat terbesar di kawasan regional Asia Tenggara.

Duterte saat itu terlihat kegerahan dengan padatnya suasana Tanah Abang. Berbeda dengan Duterte yang hanya mengenakan kemeja lengan panjang, Turnbull saat itu mengenakan pakaian resmi jas lengkap dengan dasi dan kemeja.

Bukan kepala negara, Jokowi juga pernah mengajak bos Facebook Mark Zuckerberg ke Tanah Abang. Zuckerberg yang saat itu mengenakan setelan jas resmi, juga bercucuruan keringat di Tanah Abang.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengaku mengenalkan caranya mendekatkan diri dengan masyarakat, yakni dengan turun langsung. "Saya sampaikan, blusukan itu to the ground, to the people," kata Jokowi.

Ke Tanah Abang menurut Jokowi adalah keinginan Zuckerberg sendiri yang mengaku ingin melihat langsung bagaiman caranya blusukan mendekatkan diri dengan masyarakat tanpa da batas birokrasi dan protokoler.