Uji Coba Nuklir, Bukti Kenekatan Gila Kim Jong Un

Admin
Admin,
Jumat, 04/11/2016 13:21 WIB


Uji Coba Nuklir, Bukti Kenekatan Gila Kim Jong Un
Om Kumis - Gempa 5,3 skala richter yang mengguncang semenanjung Korea, Jumat (9/9) diyakini bukan bencana alam, melainkan efek dari uji coba nuklir Korea Utara. Diperkirakan, daya ledak bom yang diujicoba negara pimpinan Kim Jon Un itu mencapai 20 kiloton hingga 30 kiloton.
Daya ledak ini diperkirakan yang terbesar selama lima kali uji coba nuklir Korut. Terakhir, uji coba bom nuklir menghasilkan ledakan 6 kiloton.

Negara terdekat Korea Selatan jelas ketar-ketir. Seperti diberitakan AFP, Presiden Korsel Park Geun-hye menyebut uji coba ini melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan menantang komunitas internasional.

Park juga menyebut pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-Un telah kembali menunjukkan "kenekatan gila". Alih-alih mendengarkan seruan masyarakat dunia soal nuklir, Jong Un malah terkesan terus menunjukan ambisi nuklirnya.
Bom nuklir diuji coba di situs Puggye-ri disebut hampir mendekati kekuatan bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima tahun 1945.


Media Pyongyang, ibu kota Korut, menyebut, uji coba ini merupakan rangkaian uji coba peluncuran rudal yang selama ini dikecam dunia internasional dan membuat PBB menjatuhkan sanksi. Uji coba ini juga diklaim telah mencapai tujuan selama ini yakni menempatkan miniatur hulu ledak nuklir pada roket yang ditembakan.
"Ilmuwan nuklir kami melakukan uji coba ledakan nuklir pada hulu ledak yang baru dikembangkan," kata seorang presenter TV Korut.


Amerika Serikat langsung bereaksi. Presiden Barack Obama menyatakan bakal ada konsekuensi serius atas tindakan Korut itu. Ia juga mengaku telah menghubungi pemimpin Korsel dan Jepang agar menyikapi krisis ini Badan Meteorologi mencatat ledakan akibat uji coba itu mencapai 10 kiloton, atau hampir dua kali lipat dari uji coba sebelumnya. “Kurang sedikit dari ledakan di Hiroshima, sekitar 15 kiloton," kata Petugas Badan Meteorologi Kim Nam-Wook.

Para pakar nuklir saat ini tengah menganalisis ledakan yang dihasilkan itu untuk mengetahui hal baru yang dimiliki Korut apakah hanya bom standar atom atau hidrogen yang lebih kuat, atau bahkan bom termonuklir.

Pengamat Korut Melissa Hanham meragukan klaim yang menyebut telah berhasil dibuat huku ledak nuklir di ujung roket yang ditembakan.

Sementara itu Jepang mengecam uji coba nuklir Korut itu dan menyebutnya sebagai tindakan yang benar-benar tidak bisa diterima. Sementara Badan Pengawas Atom PBB mengatakan, uji coba tersebut jelas sebuah pelanggaran.