Lagu Sunan Kalijaga Pukau Penonton di Belanda

Admin
Admin,
Rabu, 09/11/2016 07:36 WIB


Lagu Sunan Kalijaga Pukau Penonton di Belanda
Om Kumis - Lagu berjudul Lir Ilir ciptaan Sunan Kalijaga dinyanyikan oleh Ita Purnamasari diiringi piano Dwiki Dharmawan dalam acara Indonesia Jazz Night 2016 di Belanda. Hasilnya, para penonton yang hadir di Koninklijk Conservatorium di Den Haag, terpukau dan memberikan sambutan meriah.
Tembang ini dahulu digunakan Sunan Kalijaga untuk berdakwah menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa.

Kredit Foto : /Tempo.co.id

Minister Counselor Azis Nurwahyudi, Minggu (16/10), mengatakan, nada tinggi penyanyi asal Surabaya itu memecah keheningan ruang konser yang bernuansa tanah Jawa di masa lalu itu.

Indonesia Jazz Night 2016 dipersembahkan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, bekerjasama dengan Rumah Budaya Indonesia.


Dentingan piano Dwiki Dharmawan mengiringi vokal istrinya itu yang awalnya perlahan, lalu makin lama makin cepat dan akhirnya berubah menjadi permainan full piano jazz dalam nuansa Jawa, yang awalnya terasa kental, pun lumer. Penonton bersorak, sebagai ungkapan kagum terhadap penampilan Ita yang mampu menyuguhkan musik jazz secara elegan.

Karya-karyanya terdengar jelas tak meninggalkan akarnya Indonesia. Namun begitu, pianis ini juga tetap memberi peran pada tradisi jazz barat dengan memberi sentuhan rock.

Paduan Timur-Barat yang diramu ini pada akhirnya menghasilkan musik, yang bisa diberi label sebagai musik world jazz.

Pada penampilannya Dwiki Dharmawan didampingi pemusik andal seperti Adi Darmawan (bass), Agam Hamzah (gitar), Demas Narawangsa (drum) dan Ade Rudiana (kendang Sunda). Empat bintang tamu turut menyempurnakan konser seperti Dewa Budjana (gitar), Aning Katamsi (soprano), Ita Purnamasari (vokal) dan Yarra Arnes (vokal).


Aning Katamsi adalah penyanyi seriosa Indonesia yang memiliki karakter vokal sopran.

Di panggung Indonesia Jazz Night 2016, wanita yang pernah menuntut ilmu di Conservatorio di musica Giuseppe Verdi, Milan, Italia, ini membawakan lagu Melati Suci karya Guruh Sukarnoputra yang membawa suasana konser musik klasik.

Sementara penampilan Yarra Arnes kembali ke masa muda yang penuh keceriaan, lewat lagu-lagu ciptaannya sendiri.


Sementara itu, lewat petikan gitarnya dalam lagu Gangga yang melodius, Dewa Budjana mengisahkan perjalanannya ke negeri Taj Mahal. Dubes RI untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja mengatakan Indonesia Jazz Night, menurut rencana akan digelar tiap tahun. Tujuanya untuk mempromosikan musik Indonesia kontemporer kepada khalayak Belanda yang selama ini dikenal dengan musik-musik tradisionalnya, seperti angklung dan gamelan.
"Kami tidak melupakan musik dan budaya tradisional Indonesia, dan akan tetap mempromosikan musik tradisional," ucapnya.
Menurut Waseka, KBRI juga tengah mempersiapkan bentuk seni baru yang modern agar bisa memainkan peran dalam hubungan Indonesia -Belanda.

Pertunjukan Indonesia Jazz Night dibuka oleh Pota2 Band, yang tampil membawakan tiga lagu. Band pengusung musik jazz ini beranggotakan delapan mahasiswa Indonesia, yang sedang menuntut ilmu di Belanda.

Salah satu anggota band ini, Christoffer Nellwan, adalah seorang aktor film Indonesia, yang antara lain bermain dalam film Laskar Pelangi, Habibie dan Ainun, Guru Bangsa: Tjokroaminoto, dan Athira.

Selama dua malam penyelenggaraan, Indonesia Jazz Night 2016 dihadiri sekitar 750 orang dari berbagai kalangan masyarakat Belanda, warga negara Indonesia di Belanda, mahasiswa, musisi, mitra kerja Indonesia dan pers. Selain itu juga hadir sejumlah pejabat Belanda serta Dubes negara-negara sahabat, di antaranya Duta Besar Malaysia, Belgia, Denmark, Rumania, Chile, serta Wakil Duta Besar Tunisia.