Seniman Jatim Hidupkan Ketoprak Siswo Budoyo

Admin
Admin,
Selasa, 08/11/2016 09:26 WIB


Seniman Jatim Hidupkan Ketoprak Siswo Budoyo
Om Kumis - Sejumlah seniman kembali menghidupkan paguyuban seni ketoprak Siswo Budoyo yang pernah jaya di era 1970 hingga 1980-an. Para seniman itu menggelar pementasan keliling di sejumlah kota di Jawa Timur.
"Pementasan perdana dilakukan di Tulungagung, Jumat (14/10) lalu karena Siswo Budoyo lahir pertama kali juga di Tulungagung," kata pimpinan paguyuban pelestari seni budaya ketoprak Siswo Budoyo Unit 2, Gatot Utomo di Tulungagung, Minggu (16/10) seperti dilansir dari Kantor Berita Antara.

Mirip penampilannya terdahulu, pertunjukan ketoprak Siswo Budoyo unit-2 yang diusung Gatot dan kawan-kawan tak banyak melakukan perubahan dari sisi penampilan, kemasan panggung atau lakon ceritanya.

Kredit Foto : AntaraNews.com

Semua tetap mengacu karakter dan cara penyajian ala teater tradisional yang serba sederhana untuk memperkuat ciri khas produk seni budaya daerah yang dulu berkembang di wilayah pedalaman Jatim dan Jateng itu.

"Inovasi ada namun tidak signifikan. Kolaborasi dengan wayang revolusi mental maupun seni budaya lain di setiap daerah dimana kami pentas menjadi cara Siswo Budoyo beradaptasi," ujarnya.

Dalam peresmian seni budaya ketoprak itu, kelompok seni Siswo Budoyo bekerja sama dengan Polda Jatim yang kebetulan memiliki misi pengembangan budaya daerah dan kearifan lokal sekaligus memasyarakatkan ide keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ada empat daerah yang menjadi sasaran pementasan seni budaya ketoprak Siswo Budoyo. Setelah di Tulungagung, pemetasan selanjutnya akan digelar di Madiun (November), Bojonegoro (Desember) dan Surabaya (akhir Desember).
"Kami optimistis respons masyarakat pecinta seni budaya ketoprak masih bagus," ujarnya.

Selain pementasan keliling kota, lanjut Gatot, mereka juga aktif mengunggah video dan foto-foto penampian katoprak Siswo Budoyo ke berbagai kanal media sosial seperti whatsapp, facebook, twitter, instagram hingga situs berbagi video youtube.
Meski akan mempertahankan gaya lama, namun Gatot mengakui perlahan namun pasti kemasan penampilan ketoprak akan terus kami modifikasi dengan mengikuti mode dan tren sastra-budaya modern. "Supaya tidak menjadi barang kuno dan semakin ditinggal penggemarnya," katanya.

Kredit Foto : AntaraNews.com

Saat pementasan di Tulungagung respons warga atas penampilan perdana paguyuban pelestari seni ketoprak Siswo Budoyo unit-2 cukup banyak.
Ratusan tamu undangan dan penonton umum datang memadati 90 persen kursi yang disedikan di dalam ruang aula besar Klenteng Djoe Tik Kiong, Tulungagung, setelah kelompok ini lama vakum sejak 2005.

Namun pertunjukan yang monoton membuat sebagian besar penonton tak bertahan hingga akhir acara. Mereka lebih awal atau saat di pertengahan pertunjukan dengan berbagai alasan, mulai mengantuk, kerja, sekolah, maupun urusan rumah tangga lainnya.