Jambore Humas Indonesia Digelar di Yogyakarta

Admin
Admin,
Minggu, 06/11/2016 10:35 WIB


Jambore Humas Indonesia Digelar di Yogyakarta
Om Kumis - Peran humas atau public relation semakin menantang saat ini. Seperti yang pernah dipaparkan Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas akhir September lalu, citra positif negara di mata dunia harus terus dibangun agar menjadi daya saing positif.
Langkah membangun citra positif Indonesia di mata dunia inilah yang menjadi fokus majalah PR Indonesia untuk menggelar acara “Jambore Media dan PR Indonesia” atau yang disingkat JAMMPIRO untuk kedua kalinya di Yogyakarta, 4-6 Oktober 2016.
Menurut founder dan CEO PR Indonesia, Asmono Wikan, momen ini adalah awal yang baik untuk menyatukan seluruh kekuatan komunitas PR Indonesia. Tujuannya untuk mendukung nation branding untuk meningkatkan daya saing Indonesia di dunia.

Kredit Foto : AntaraNews.com

Acara ini dikemas unik dengan melibatkan 250 praktisi humas, mahasiswa jurusan humas, media, hingga para pemegang kebijakan seperti pemimpin perusahaan, pemimpin daerah, serta pejabat negara.

Dalam keterangan tertulis yang diterima, Beberapa komunitas yang hadir antara lain, Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI), Forum Humas BUMN, Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS), Ikatan Pranata humas Indonesia (IPRAHUMAS), Tenaga Humas Pemerintah (THP), EGA Briefings, dan ASEAN Public Relations Network (APRN), Indonesia CSR Society (ICSRS), dan didukung Kantor Staf Presiden (KSP).

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Kementerian BUMN, Teddy Poernama, peran PR saat ini semakin dibutuhkan bagi organisasi dan korporasi dan sudah menjadi perhatian dari presiden dan pihak - pihak lain.

“Namun, efektifitas pelaksanan program PR masih terkendala khususnya tentang positioning PR yang menyangkut level dan akses, karena dengan dua poin tersebut PR dapat menyampaikan pesan yg mengena,” kata Teddy seperti diberitakan Kantor Berita Antara, Jumat (7/10).
Tak hanya itu, menurut Teddy, saat ini humas juga dituntut untuk lebih kreatif dan memahami momentum secara tepat disaat arus informasi yang masif dan beragam. Ia juga menggaris bawahi fokus Presiden Jokowi tentang konsep Nation Branding.

Kredit Foto : AntaraNews.com

“Sesuai arahan presiden Nation Branding bukan bicara slogan maupun tagline, namun bukti nyata. Saat ini PR dituntut untuk dapat melihat pencapaian organisasi maupun korporasi serta bisa menyampaikannya ke publik,” ujar Teddy.

Penghargaan Insan PR Indonesia 2016
Dalam acara ini juga diberikan penghargaan Insan PR Indonesia yang diberikan kepada para praktisi humas atas kinerja dan kontribusinya yang menginspirasi publik.

Peraih penghargaan ini adalah, Arif Prabowo (VP Corcom Telkom), Teddy Poernama (Kementerian BUMN), Tofan Mahdi (Astra Agro Lestari/GAPKI), Ahmad Reza (Bank Mandiri), Yusuf Wibisono (Petrokimia), Boy Rafli Amar (Mabes Polri), Eko Sulistyo (KSP), Nurlaela Arif (Bio Farma), Wianda Pusponegoro (Pertamina), Endah Kartikawati (Iprahumas), dan Yuyuk Adriati Ishak (KPK).

Kredit Foto : AntaraNews.com

Penghargaan bagi praktisi humas ini adalah yang pertama kalinya. Mereka yang mendapat penghargaan dinilai punya kinerja yang membanggakan dan menginspirasi praktisi humas yang lain.

Sosok-sosok tersebut, dipandang memiliki kemauan kuat untuk mengkontribusikan pemikiran, waktu, biaya, energi, hingga keterlibatannya secara langsung bagi pembangunan kehidupan humas yang lebih modern dan profesional.

Tak hanya itu, acara ini juga menjadi ajang unjuk gigi bagi pemerintah kota/kabupaten, provinsi, dan korporasi daerah se-Kalimantan, Sulawesi, dan Jawa atas publisitas yang terpantau di media cetak nasional sepanjang tahun 2015 melalui apresiasi bernama “Kalimantan PR Indonesia Media Relations Awards” (KALPRIMAS), Sulawesi PR Indonesia Media Relations Awards” (SULPRIMAS), dan Jawa PR Indonesia Media Relations Awards” (JAPRIMAS).