Berhaji Ilegal Lewat Negeri Tetangga

Admin
Admin,
Rabu, 09/11/2016 11:04 WIB


Berhaji Ilegal Lewat Negeri Tetangga
Om Kumis - Jika di Indonesia warganya harus mengantre hingga belasan tahun untuk bisa naik haji, di negara tetangganya seperti Filipina kuota haji justru tak terpakai. Perbedaan mencolok ini disikapi degan “kreatif” oleh sejumlah pihak.

Untuk mendapat uang, WNI yang tak sabar ingin menjadi tamu tuhan, diiming-imingi cara istan, bayar tahun ini, pergi tahun ini. Kejadian ini disinyalir sudah terjadi sejak lama, namun baru kali ini terungkap.

Berawal dari kewaspadaan imigrasi Filipina pada serangan teror dari wilayah selatan negaranya, pemeriksaan ketat dilakukan terhadap warga yang berasal dari sana.
Kecurigaan mereka tertuju ada rombongan Jemaah haji. Dari pemeriksaan yang dilakukan, paspor mereka diketahui palsu.

Para Jemaah haji ini juga ternyata tidak bisa bahasa Filipina. Usut punya usut, mereka ternyata adalah warga negara tetangga, Indonesia. Sengaja membawa paspor yang bukan miliknya, mereka hanya ingin beribadah sesuai dengan keyakinan mereka. Ibadah sekaligus sebuah perjalanan suci, haji.

Sebanyak 177 orang kemudian ditahan untuk dimintai keterangan. Perhatian langsung menuju pada dugaan adanya pemalsuan paspor.

Kementerian Agama selaku penyelenggara haji kebakaran jenggot. Mereka berkilah, biro perjalanan yang memberangkatkan 177 WNI itu tak tercatat sebagai penyelenggara ibadah haji di Kementerian Agama. Karena itu mereka tak dapat memberikan sanksi.
Penanganan selanjutnya diserahkan ke kepolisian karena ada dugaan tindak pidana penipuan.

Kredit Foto : Beritasatu.com

177 jemaah haji di Filipina itu paling banyak berasal dari Sulawesi Selatan yakni 70 orang. Sementara sisanya berasal dari Tangerang 17 orang, Jawa Tengah 11, Jawa Timur 8, Kalimantan Utara 9, Jawa Barat 4, DI Yogyakarta 2, Jakarta 9, Riau 1, Jambi 2, dan Kalimantan Timur 2 orang.

Kini 168 orang sudah diperbolehkan pulang. Sementara Sembilan sisanya masih dimintai keterangan terkait perkara ini.