Melukis Bersama Ekspresikan Kepedulian Anak pada Bencana

Admin
Admin,
Rabu, 09/11/2016 15:17 WIB


Melukis Bersama Ekspresikan Kepedulian Anak pada Bencana
Om Kumis - Yakkum Emergency Unit mengadakan aksi sosial bertajuk "Melukis Bersama untuk Kemanusiaan" di Disaster Oasis, Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (16/10). Aksi sosial itu bertujuan mengekspresikan kepedulian anak-anak dan pelukis terhadap kebencanaan dan penanggulangan bencana melalui karya seni.

Director Yakkum Emergency Unit (YEU) Sari Mutia Timur, Sabtu (15/10) mengatakan, kegiatan melukis bersama itu turut mengundang komunitas sekolah yang pernah terdampak bencana seperti erupsi Gunung Merapi pada 2010. Kegiatan itu diharapkan dapat menumbuhkan solidaritas sosial di antara peserta terhadap inisiatif penanggulangan bencana.

"Selain melalui olah latih simulasi bersama dan kesepahaman antarinstitusi sekolah, pendampingan kepada komunitas sekolah perlu diperluas melalui integrasi pendidikan kebencanaan ke dalam mata pelajaran melalui pendekatan belajar dan bermain," kata Sari seperti diberitakan Antara.

Dengan demikian kegiatan ini diharapkan kmampu meningkatkan kesadaran, intuisi, dan kecakapan siswa dalam bersikap dan bertindak untuk menghadapi ancaman bencana. Melalui konsep serupa (belajar dan bermain), YEU mengadakan kegiatan melukis bersama.

"Melukis bersama itu merupakan salah satu rangkaian peringatan 15 tahun karya kemanusiaan YEU sekaligus memperingati Hari Pengurangan Risiko Bencana Sedunia 2016 dengan mengusung tema global 'Reducing Disaster Mortality'," katanya.


Manager of Information and Communication YEU Anastasia Maylinda mengatakan, program sekolah siaga bencana yang dilakukan YEU sejak 2015 telah mendampingi 26 sekolah di Sleman yang berada di kawasan rawan erupsi Gunung Merapi.

Inisiatif itu dilakukan untuk memberikan kapasitas yang memadai bagi komunitas sekolah pada saat terjadi bencana dan pascabencana untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan dan hak anak didik dalam kondisi krisis.

"Selain itu juga mempersiapkan sekolah penyangga dalam menerima anak-anak sekolah yang terdampak erupsi Gunung Merapi," katanya.

Manager HRD YEU Adrian Aschari mengatakan YEU turut terlibat dalam inisiatif "sister school" yang dicanangkan BPBD Sleman pada November 2015, di mana sebanyak 20 sekolah berlatih simulasi bersama.

Selain itu juga ditandatangani nota kesepahaman antara sekolah terdampak bencana erupsi Gunung Merapi dengan sekolah penyangga. "Pada saat ini sedang dipersiapkan skema pendampingan khusus bagi sekolah luar biasa (SLB) yang berada dalam kawasan rawan erupsi Gunung Merapi," kata Adrian.