Perawatan Mahal, Keadaan Lukisan Museum Seni Rupa dan Keramik Kurang Baik

Admin
Admin,
Jumat, 11/11/2016 18:17 WIB


Perawatan Mahal, Keadaan Lukisan Museum Seni Rupa dan Keramik Kurang Baik
Om Kumis - Sejumlah lukisan koleksi Museum Seni Rupa dan Keramik dalam kondisi kurang baik. Penyebabnya adalah usianya yang sudah tua dan biaya perawatan yang mahal sehingga hanya dapat dilakukan secukupnya.

"Sebenarnya dilihat keseluruhan kondisi parah sih tidak. Lebih banyak ada beberapa perawatan dilakukan misalnya berkerut, agar kondisi bagus ditarik kencang sekarang ada yang kendor," kata Ketua Harian Yayasan Mitra Museum Jakarta (YMMJ) Amir Sidharta kepada Antara di Jakarta, Sabtu (15/10).

Ia mengatakan sebagian lukisan memang sudah dalam kondisi kurang baik saat pembuatan dan semakin memburuk termakan usia.

Kredit Foto : AntaraNews.com

Lukisan Pengantin Revolusi karya Hendra Gunawan misalnya, ujar dia, saat pembuatan kanvas tidak cukup besar sehingga terdapat sambungan.

Soal perawatan lukisan yang mahal menurutnya diperlukan penggalangan dana karena dana yang disediakan belum dapat memenuhi untuk perawatan seluruh lukisan.

"Memang kami perlu galang dana untuk perawatan. Banyak yang perlu perawatan, sedangkan dana yang ada terbatas," ujar Amir.

Selanjutnya untuk sumber daya manusia yang dapat melakukan perawatan lukisan juga terbatas. Ia mengatakan bahkan restorator lukisan berkualifikasi di Indonesia hanya ada tiga. Jika menggunakan sumber daya manusia dari luar, biaya yang diperlukan juga tidak sedikit.

"Sebagian sudah direstorasi, tetapi masih ada yang membutuhkan. Sekarang kami adakan perawatan yang secukupnya supaya stabil dan cukup layak dipamerkan," kata Amir.

Saat ini Museum Seni Rupa dan Keramik memiliki sekitar 500 karya seni rupa yang terdiri dari berbagai bahan dan teknik yang berbeda, seperti patung, totem kayu, grafis, sketsa dan batik lukis.

Di antara koleksi-koleksi itu, terdapat beberapa koleksi unggulan yang penting untuk sejarah seni rupa di Indonesia, antara lain lukisan yang berjudul Pengantin Revolusi karya Hendra Gunawan dan Potret Diri karya Affandi.
Kredit Foto : AntaraNews.com