Minim Anggaran, Parade Keroncong Nusantara Sulit Datangkan Peserta

Admin
Admin,
Senin, 14/11/2016 08:47 WIB


Minim Anggaran, Parade Keroncong Nusantara Sulit Datangkan Peserta
Om Kumis - Ketua Panitia Parade Keroncong Nusantara di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Ony Supriyadi mengaku kesulitan mendatangkan grup keroncong dari berbagai daerah di Tanah Air karena terbatasnya anggaran.

"Anggaran yang diperoleh panitia terbatas hanya sekitar Rp6 juta untuk pelaksanaan Parade Keroncong Nusantara," kata Ony Supriyadi di Bojonegoro, Senin (17/10) seperti dilansir dari Antara.

Dalam pelaksanaan acara itu, kata dia, Panitia Induk Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro melarang panitia mencari sponsor sendiri untuk pelaksanaan Parade Keroncong Nusantara.

Kredit Foto : AntaraNews.com

"Kalau ada sponsor masuknya di Panitia Induk Hari Jadi Bojonegoro karena pelaksanaan Parade Keroncong juga untuk memeriahkan hari jadi kabupaten," kata Ony.

Karena itu, Panitia Parade Keroncong Nusantara hanya memanfaatkan anggaran yang diperoleh sebesar Rp6 juta itu untuk mendatangkan grup keroncong dari luar daerah, selain grup keroncong lokal.

"Anggaran yang kami alokasikan untuk mendatangkan grup keroncong itu hanya untuk biaya transportasi bukan untuk membayar honor pemain," katanya.

Dalam pelaksanaan Parade Keroncong Nusantara yang digelar dua hari lalu diikuti lima grup keroncong yaitu dari Pacitan, Ngawi, Pati, Jawa Tengah, dan Bojonegoro dua grup.

"Tahun lalu Parade Keroncong Nusantara diikuti enam grup keroncong, salah satunya grup keroncong Surabaya yang tahun ini tidak ikut," katanya.

Meskipun peserta grup keroncong tidak banyak, menurut dia, pelaksanaan Parade Keroncong Nusantara kedua kalinya itu berjalan dengan meriah.

"Antusias penonton cukup bagus. Kami panitia terpaksa patungan untuk menutup kekurangan biaya penyelenggaran," kata Pimpinan Orkes Keroncong "Klangenan" 13 itu.

Ia menambahkan, perkembangan musik keroncong di daerahnya cukup bagus terbukti dalam lima tahun terakhir ada enam grup keroncong yang berdiri dari kalangan generasi muda.

Karena itu Ony bertekad akan tetap menggelar Parade Keroncong Nusantara setahun sekali. Targetnya bisa memperoleh dukungan grup keroncong yang ada di berbagai daerah di Tanah Air.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Disbudpar Bojonegoro Suyanto mengatakan, Pemkab sangat mendukung pelaksanaan Parade Keroncong Nusantara karena bisa menambah daya tarik pariwisata di daerahnya.

"Pelaksanaan Parade Keroncong Nusantara kalau bisa berjalan dengan baik besar kemungkinan bisa mendatangkan wisatawan domestik (wisdom) luar daerah," kata Suyanto.