KPK Diminta Tak Berhenti pada Irman Gusman

Admin
Admin,
Selasa, 15/11/2016 00:09 WIB


KPK Diminta Tak Berhenti pada Irman Gusman
Om Kumis - Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Laode Ida berharap kasus korupsi yang menjerat Ketua DPD Irman Gusman bisa dikembangkan lebih jauh lagi. Menurutnya, sangat disayangkan jika kasus tersebut berhenti pada sosok Irman karena terkesan KPK hanya menyasar figur pelaku. Apalagi barang bukti dalam perkara ini hanya uang sebesar Rp100 juta.

Laode mengatakan, selama ini masyarakat mengapresiasi kinerja KPK. Termasuk dalam penangkapan Irman Gusman.

"Namun demikian, fokusnya harus lebih pada yang signifikan," kata Laode melalui keterangan tertulisnya.

Menurutnya, publik memang belum tahu skenario apa yang dilakukan Irman hingga akhirnya KPK melakukan operasi tangkap tangan. Namun laode berharap KPK mengembangkan perkara ini sehinga otaknya yakni pejabat pemberi kuota impor bisa dimintai pertanggung jawaban juga.

"Jika hanya Irman yang disasar, ya sungguh memprihatinkan. Karena biaya operasi penangkapan berikut penyidikan dan penyelidikannya nanti niscaya akan jauh lebih besar ketimbang uang yang ditangkap tangan itu," kata Ladoe.

KPK, kata Laode, sebenarnya sudah punya daftar panjang koruptor. Karena itu penuntasan kasus yang berjalan juga penting, termasuk data penyidikan yang sudah masuk di KPK.

"Mulai dari pemilik rekening gendut di jajaran pejabat tingkat pusat hingga di daerah-daerah, kepala daerah, penyalahgunaan jabatan untuk perkaya diri dan para konco, korupsi pada proyek-proyek APBN dan APBD," katanya.

Belum lagi beberapa kepala daerah yang terbukti menyuap Akil Muhtar. Laode menilai, mereka yang terlibat masih dibiarkan berkeliaran oleh KPK hingga kini. Semua yang terlibat, kata Laode, tidak ditangani atau diabaikan.

Laode mengklaim dirinya setiap hari diminta mempertanyakan perkembangan kasus itu ke KPK. Pasalnya mereka yang terlibat kasus tahu persis korupsi yang dipertontonkan oknum-oknum pejabat, termasuk kepemilikan harta yang berlimpah.

"Para pejabat di level nasional pun sudah begitu banyak yang hanya diperiksa saja kemudian dilepas begitu saja oleh KPK, padahal indikasi korupsinya sangat banyak," ujar Laode.

Namun menurutnya, kasus-kasus tersebut terkesan diabaikan dan justru KPK fokus kasus korupsi dengan bukti nominal yang sangat kecil seperti yang dikenakan terhadap Irman.

Kredit Foto : Nias-membangun.com

Maka dari itu, masyarakat harus terus mendorong KPK menuntaskan semua kasus yang ditangani hingga negara ini bersih dari korupsi.

Irman bersama dua orang yang diduga memberikanya gratifikasi Xaveriandy Sutanto dan Memi kini sudah dijadikan tersangka dan ditahan KPK. Irman diduga menerima uang Rp100 juta untuk pengurusan kuota gula impor yang diberikan Bulog.

Kasus ini bermuala saat KPK menangani perkara lain milik Xaveriandy, yaitu penangkapan 30 ton gula pasir tanpa label Standar Nasional Indonesia (SNI) yang tengah berjalan di Pengadilan Negeri Padang.

Dalam perkara tersebut, KPK pun menetapkan Xaveriandy sebagai tersangka karena diduga memberi suap Rp 365 juta kepada Farizal, jaksa dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat.