Nusron Wahid Cuek Dikritik Soal Rangkap Jabatan

Admin
Admin,
Selasa, 15/11/2016 00:31 WIB


Nusron Wahid Cuek Dikritik Soal Rangkap Jabatan
Om Kumis - Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid berkukuh tak mau mundur dari salah satu jabatannya saat ini. Nusron selain Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa dan Sumatera Partai Golkar, juga ketua tim sukses Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dalam Pilkada di Jakarta.

Sejumlah kritik datang pada Nusron terkait dengan jabatannya sebagai lembaga tinggi negara yang membutuhkan konsentrasi.

Namun Nusron mengatakan, mundur atau tidaknya ia dari jabatan publiknya saat ini adalah urusannya dan urusan Presiden Joko Widodo.

"Kalau soal mundur atau tidak, itu urusan saya dan Pak Jokowi," kata Nusron.

Menurutnya, rangkap jabatan ini bukan sebuah masalah selama tidak dilarang oleh Jokowi.

Ia malah membandingkan dirinya dengan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani yang disebutnya juga punya beberapa jabatan.

Selain sebagai menteri, Puan juga menurut Nusrun masih punya jabatan di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dalam laman resmi PDI Perjuangan, nama Puan masih tercatat sebagai Ketua Bidang Politik dan Keamanan.

Sebelumnya Jokowi pernah meminta pejabat negara agar tidak merangkap jabatan struktural di partai politik. Karena itu menteri di era Jokowi tak satupun yang menjabat sebagai ketua umum partai. Wiranto langsung mundur dari kursi Ketua Umum Hanura setelah ditunjuk jadi Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan.

Begitu pula Sutiyoso yang mundur dari jabatanya sebagai Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia saat diangkat jadi Ketua Badan Intelijen Negara.

Tujuan pelarangan rankap jabatan saat itu adalah agar pejabat lebih focus bekerja untuk rakyat dan bukan buat partai.

Soal fokus pada pekerjaan ini, Nusron mengklaim dirinya tetap fokus pada pada pekerjaannya sebagai Kepala BNP2TKI.

"Tanya TKI, orang kantor, saya lebih banyak ngurusin kantor atau Ahok?” kata Nusron.