Interbrand: Apple dan Google Tak Tergoyahkan Sebagai Merek Global Terbaik 2016

Admin
Admin,
Jumat, 04/11/2016 15:45 WIB


Interbrand: Apple dan Google Tak Tergoyahkan Sebagai Merek Global Terbaik 2016
Om Kumis - Lembaga konsultasi merek terkemuka, Interbrand, menobatkan Apple, Google, dan Coca-Cola sebagai tiga merek paling bernilai di dalam laporannya. Tapi secata umum dalam laporan bertajuk "2016 Best Global Brands",merek-merek otomotif dan teknologi mendominasi.

Untuk empat tahun berturut-turut, Apple dan Google kembali menguasai posisi teratas. Nilai merek Apple naik lima persen menjadi US$178,119 juta, sedangkan nilai merek Google melonjak 11 persen menjadi US$133,252 juta.

Kredit Foto : /Google/#BGB2016

Coca-cola, Microsoft, Toyota, IBM, Samsung, Amazon, Mercedes-Benz, dan GE masing-masing menghuni hingga peringkat 10.

Untuk pertama kalinya, brand Dior dan Tesla berhasil meringsek masuk ke dalam daftar mereka global terbaik. Dior menghuni ranking 89 dan Tesla di urutan 100.

Laporan Best Global Brands juga menghadirkan daftar Top Growing Brands yang meliputi lima merek dunia, yaitu Facebook (pertumbuhan 48 persen), Amazon (33 persen), LEGO (25 persen), Nissan (22 persen), dan Adobe (21 persen). Dilansir dari Kantor Berita Antara, Rabu (5/12), merek otomotif dan teknologi mendominasi Best Global Brands pada tahun ini. Otomotif dan teknologi total menguasai 29 posisi. Tahun ini, industri ritel menjadi sektor dengan Pertumbuhan Tertinggi, dengan pertumbuhan mencapai 19 persen, diikuti oleh industri olahraga dan barang mewah, masing-masing mengalami kenaikan 10 persen.

Nilai merek gabungan dari 100 merek teratas mencapai US$1.796.384 juta, naik 4,8% dari 2015.
"Sudah jelas merek-merek global terbaik yang kami rangkum di daftar ini tidak hanya mampu beradaptasi terhadap perubahan, tapi juga mendorong terjadinya perubahan," kata Global CEO Interbrand, Jez Frampton.

Kredit Foto : Antaranews.com

"Mereka memahami kalau Anatomi Pertumbuhan mereka kompleks, unik, dan personal; mengembangkan merek dan bisnis mereka, mereka mempelajari kondisi internal dan eksternal industri, ekspansi ke pasar-pasar baru, dan menciptakan pengalaman dan nilai yang baru."