Pameran Buku Terbesar Ketiga di Dunia Digelar di UEA

Admin
Admin,
Minggu, 06/11/2016 08:54 WIB


Pameran Buku Terbesar Ketiga di Dunia Digelar di UEA
Om Kumis - Pameran buku internasional di Sharjah di Uni Emirat Arab tahun ini akan diikuti oleh 1.420 penerbit dari 60 negara. Sharjah Internasional Book Fair disebut sebagai pameran buku terbesar ketiga di dunia. Seperti dilansir dari Kantor Berita Antara, total buku yang dihadirkan mencapai 1,5 juta buku selama 11 hari pameran. Dalam keterangan tertulis disebutkan, pameran akbar ini diadakan oleh Dinas Buku Sharjah. Acara ini akan diselenggarakan pada 2-12 November di Sharjah Expo Centre. Pameran mengusung tema "Read More".

Pameran akan menempati kaasan seluas 25.000 meter persegi. Tak melulu pameran buku, acara ini juga akan menghadirkan lebih dari 1.417 kegiatan tambahan untuk meningkatkan pengalaman dan wawasan pengunjung.

Kredit Foto : AntaraNews.com

Tahun ini, Uni Emirat Arab mendelegasikan 205 penerbitan lokal untuk mengikuti pameran. Sementara Mesir telah memastikan 163 penerbitnya ambil bagian, Libanon dan India masing-masing 110 penerbitan, Inggris dengan 79, Suriah 66, Amerika Serikat 63, dan Arab Saudi dengan 61 penerbitan.

Perwakilan UNESCO dijadwalkan akan hadir sebagai tamu kehormatan mengingat organisasi ini memiliki peran sentral dalam mempromosikan budaya dan warisan di seluruh dunia sejak didirikan pada 1945.

Total 228 sastrawan dan seniman dari seluruh dunia juga siap meramaikan Sharjah International Book Fair 2016. Di antaranya adalah Cassandra Clare, penulis 'The Mortal Instruments: City of Bones'; Eric Van Lustbander dari AS, penulis saga novel 'Bourne'; jurnalis dan penulis Claudia Gray, penulis seri 'Star Wars'; Graeme Simsion, novelis dan penulis naskah asal Australia; Kailash Satyarthi, penerima Nobel Perdamaian 2014; dan aktris ternama asal India, Shilpa.

Kredit Foto : AntaraNews.com

Sejumlah seniman dan sastrawan dari dunia Arab turut ambil bagian dalam event ini seperti artis asal Mesir, Ezzat Al Alaili; Sheikha Maysoon Al Qasimi, penulis puisi, novelis, dan seniman konseptual; dan Sheikh Majed Al Sabah, pemberi pengaruh di media sosial.