Virus Zika Sampai di Negara Tetangga

Admin
Admin,
Rabu, 09/11/2016 11:28 WIB


Virus Zika Sampai di Negara Tetangga
Om Kumis - Semula tak ada kekhawatiran berarti akan keberadaan virus zika karena penyebarannya banyak terjadi di Amerika Latin seperti di Brasil. Namun Indonesia terhenyak saat ditemukan ada kasus zika di negera tetangga, Singapura.

Jumlahnya tak sedikit, ada seratus lebih kasus zika di negeri singa itu. Salah satunya menimpa warga negara Indonesia yang tengah berada di sana.

Selang tak berapa lama, di negeri tetangga yang lain, Malaysia, juga ditemukan manusia terjangkiti virus yang dibawa oleh nyamuk ini.

Berbagai upaya antisipasi dilakukan. Sejumlah pintu masuk internasional mulai diawasi. Batam, Medan, Jakarta dan Bali menjdi daerah yang paling diwspadai.

Alat pemindai suhu tubuh, kartu pemeriksaan kesehatan, serta prosedur standar mulai disiapkan. Mereka yang baru saja datang dari Singapura wajib melewati pemindai suhu tubuh. Yang suhu tubuhnya di atas nomor, akan diperiksa intensif dan diminta mengisi kartu kesehatan.

Bagi mereka yang merasa terindikasi terjangkiti zika untuk segera melapor. Beberapa tanda-tanda manusia terkena virus zika di antaranya, demam, ruam pada kulit, sakit kepala, mata merah dan nyeri pada otot dan sendi.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Mohamad Subuh mengatakan, kewaspadaan tinggi memang diterapkan pada zika. Pasalnya Indonesia adalah negara endemis demam berdarah dengue. Menurut Subuh, selama ada nyamuk aedes aegypti yang menjadi penyebab DBD, maka selama itu pula kemunginan zika menyebar di Indonesia masih ada.


Kredit Foto : Wowkeren.com


Status Indonesia saat ini adalah negara dengan potensi transmisi endemik zika (country with possible endemic transmition) dan bukan negara terjangkit (on going transmition).
Sejauh ini belum ada kasus kematian karena zika. Karena itu zika digolongkan lebih ringan dibandinkan DBD. Zika bahkan tergolong penyakit yang bisa sembuh sendiri atau self limiting disease.

Namun penyakit ini berbahaya jika menyerang ibu hamil karena bisa membuat bayinya menderita microsefalus atau pengecilan lingkar kepala sehingga membuat otak bayi tidak berkembang sempurna.