Hasil Pemilihan Presiden Amerika 2016 : Hillary Clinton Vs Donald Trump

Admin
Admin,
Kamis, 10/11/2016 12:39 WIB


Hasil Pemilihan Presiden Amerika 2016 : Hillary Clinton Vs Donald Trump
Om Kumis - Calon presiden AS dari Partai Republik Donald Trump menolak berkomitmen untuk menerima hasil pemilu jika dirinya kalah.
Hal itu dia utarakan dalam debat capres ketiga sekaligus terakhir di Universitas Nevada, Las Vegas, bersama rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

"Saya akan memberitahu Anda pada waktunya," kata Trump kepada moderator debat, Chris Wallace. Dalam hari-hari terakhir ini, Trump selalu mengklaim bahwa dirinya "dicurangi" dalam pemilu kali ini.

Hasil survei menunjukkan bahwa Trump kalah setelah dituduh melakukan serangan seksual terhadap sejumlah perempuan. Warga Amerika yang memiliki hak suara akan memberikan suaranya pada 8 November nanti.

Berbagai isu yang disorot dalam debat itu, sejumlah isu penting menjadi sorotan kedua pihak, diantaranya:

Clinton berjanji menegakkan hak kaum perempuan dan kelompok LGBT, sementara Trump berjanji untuk melindungi hak warga untuk memiliki senjata.

Trump mengatakan, jika terpilih, dirinya akan meninjau ulang kebijakan yang melegalkan aborsi.

Clinton mengatakan Putin ingin agar Trump yang terpilih sebagai presiden karena menginginkan dia menjadi bonekanya. "Saya tidak tahu Putin. Dia mengatakan hal-hal yang baik tentang saya," Trump menimpali.

Trump mengatakan dia akan membangun dinding di perbatasan dengan Meksiko.

"Kita memiliki sejumlah bad hombres (julukan Trump untuk warga Latin Amerika yang bermasalah) dan kita akan mengusirnya," katanya.
Disiarkan secara langsung oleh sejumlah stasiun televisi, Clinton kembali menyoroti tindakan Trump yang disebutnya "merendahkan" perempuan.

"Donald berpikir dia bisa lebih berkuasa dengan merendahkan perempuan", ucap Clinton.

Kredit Foto : reuters.com/bbc.com


Ketika menyoroti kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau dulu disebut ISIS, Trump mengkritik rivalnya itu.
"Saya tegaskan pada Anda. Tentara AS sempat berada di Mosul, tapi saat Amerika meninggalkan Mosul, saat Clinton menarik pasukan dari Mosul, kita kehilangan Mosul," katanya. Trump menyalahkan Clinton yang membuat ISIS semakin berkembang.

"Iran harusnya memberikan surat tanda terima kasih pada Amerika Serikat," tambah Trump. Dia menilai peperangan di Mosul akan menguntungkan Iran. Trump juga mengecam kesepakatan terkait program nuklir di Iran.

Hillary Clinton dalam kampanye terakhirnya sebelum mulai pemilihan telah mengimbau para pemilihnya, untuk mendukung Amerika yang, “Penuh harapan, Inklusif, dan Berhati besar.”

Sementara, Donald Trump tidak mau kalah. Pengusaha kelas kakap inipun mengatakan kepada para pendukungnya, “Bahwa inilah kesempatan luar biasa untuk mengalahkan sistem yang korup.”

Pelaksanaan Pilpres Amerika Serikat selama masa kampanye berlangsung yang panas dan gaduh. Hillary Clinton dan Donald Trump saling serang melalui tudingan, hinaan. Bahkan sejumlah skandal ikut dibuka kepada publik juga meramaikan pesta demokrasi empat tahunan itu.

Seperti apa serunya hasil pemilihan presiden Amerika Serikat kali ini, dan seperti apa Donald Trum saat memberikan pidato kemenangannya? Saksikan dalam tayangan berikut ini: