Saking Miskinnya, Perayaan Hari Kemerdekaan Negera Ini Dibatalkan

Admin
Admin,
Selasa, 15/11/2016 00:15 WIB


Saking Miskinnya, Perayaan Hari Kemerdekaan Negera Ini Dibatalkan
Om Kumis - Berbahagialah yang masih bisa merayakan hari kemerdekaan dengan beragam lomba dengan bersuka cita setiap tahunnya. Dari mulai pelosok desa hingga Istana Negara, perayaan digelar.

Berbeda dengan di Sudan Selatan. Di negara baru ini, perayaan kemerdekaan 9 Juli lalu sampai harus dibatalkan. Alasanya, mereka tak punya biaya untuk itu.

Dilansir dari Al Jazeera, Menteri Informasi Sudan Selatan Michael Makuei mengatakan, negaranya tak ingin menghabiskan banyak uang untuk sekadar perayaan ulang tahun kemerdekaan.

Perjuangan untuk mengakhiri perang saudara selama bertahun-tahun telah merusak perekonomian.

"Kami lebih membutuhkan untuk hal-hal yang lain," kata Makuei.

Sebelumnya, perayaan kemerdekaan rutin digelar dengan parade militer. Bahkan pada puncak perang saudara. Namun tidak pada tahun ini.

Tanggal 9 Juli lalu, Sudan Selatan berusia lima tahun setelah memisahkan diri dari Sudan pascaperang sipil selama puluhan tahun.

Kredit Foto : AFP.org

Setelah menjadi negara otonom, Sudan Selatan kini berjuang untuk meredam inflasi yang disebabkan oleh perang, korupsi yang merajalela dan runtuhnya industri minyak. Padahal 98 persen pendapatan negara berasal dari minyak bumi.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa perekonomian Sudan Selatan berada diambang keruntuhan. Inflasi hampir 300 persen dan mata uang jatuh hingga 90 persen tahun ini.

Puluhan ribu orang tewas sejak perang sipil pecah dan memaksa dua juta mengungsi. Kini tercatat ada lima juta orang membutuhkan bantuan.