Duterte Ingin Pasukan AS Ditarik dari Filipina Selatan

Admin
Admin,
Selasa, 15/11/2016 00:21 WIB


Duterte Ingin Pasukan AS Ditarik dari Filipina Selatan
Om Kumis - Presiden Filipina Rodrigo Duterte meminta Amerika Serikat menarik pasukan khusus mereka dari wilayah selatan negaranya. Duterte tak ingin pasukan AS menyulitkan tentaranya saat memburu kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

Menurut Duterte, kelompok radikal itu punya misi menculik warga negara asing dan meminta uang tebusan. Pasukan AS dinilai Duterte jadi salah satu target Abu Sayyaf.

“Pasukan AS harus pergi. Mereka (Abu Sayyaf) bertujuan membunuh tentaranya, menculiknya dan meminta uang tebusan,” kata Duterte seperti dilansir dari Reuters.

Keberadaan pasukan khusus AS di Filipina adalah untuk melatih tentara setempat agar bisa menghadapi Abu Sayyaf. Pelatihan diberikan sejak 2002. Namun selama melatih itu pula, sejumlah tentara AS menjadi korban pembunuhan kelompok militant itu.

Kredit Foto : Jakartagreater.com

AS menempatkan 1.200 personelnya untuk berjaga di Kota Zamboang, Kota Jolo, dan Pulau Basilan. Tiga tempat tersebut diketahui merupakan salah satu basis Abus Sayyaf.

Sejak 2015 lalu, penjagaan di tiga kota itu memang tak lagi dilakukan. Namun masih ada beberapa personel yang berjaga untuk mengawasi logistik dan kegiatan teknis lainnya. AS dalam dua tahun terakhir telah mengubah fokusnya dari mengamankan wilayah Filipina ke pengamanan di wilayah sengketa Laut Cina Selatan.