CANTIK

Mau Sulam Alis? Yuk, Kenali Dulu 5 Resikonya Sebelum Menyesal

 I Hanta Dri
I Hanta Dri,
Rabu, 13/09/2017 23:48 WIB


Mau Sulam Alis? Yuk, Kenali Dulu 5 Resikonya Sebelum Menyesal
Om Kumis - Kecantikan adalah anugerah dan kita harus selalu menjaganya. Banyak cara dilakukan oleh kaum perempuan untuk menunjang penampilan dan mempercantik diri. Mulai dengan cara yang alami hingga menggunakan obat-obatan, atau bahkan melakukan operasi. Salah satu cara yang tengah populer alias nge-trend adalah dengan melakukan treatment sulam alis. Ya, kini banyak perempuan yang memilih melakukan sulam alis agar alis terlihat lebih rapi dan juga demi mendapatkan bentuk alis yang diinginkan. Apakah kamu juga melakukannya?

Sulam alis semakin populer ketika banyak artis atau selebritis yang melakukan cara ini untuk menunjang penampilan mereka. Tak ada yang salah dengan metode sulam alis, kamu juga berhak untuk melakukannya dan tak ada yang melarang kamu tampil lebih cantik dengan alis yang tertata rapi dan indah dilihat. Apalagi dengan sulam alis kamu tak perlu lagi repot menggunakan pensil alis untuk membentuk alis.

Harus diketahui, sulam alis adalah sebuah proses memasukkan tinta kedalam jaringan kulit. Nah, dalam proses itu tentu ada resiko yang mungkin saja berbahaya bagi kesehatan kulit kamu setelah menjalani treatment sulam alis. Lalu apa resikonya? Berikut ini Omkumis akan berikan penjelasan tentang efek samping atau resiko yang mungkin terjadi dalam proses sulam alis. Nah, sebelum menyesal usai melakukan sulam alis, ada baiknya kamu simak resikonya di bawah ini.
 
1. Proses yang Menyakitkan

Kredit Foto: yelp.fr

Saat proses menggambar alis, mungkin saja kamu mengalami kesakitan. Wajar saja karena alis kamu disayat tipis dengan menggunakan pen dengan bahan logam yang tipis seperti menggunakan ujung pisau kecil yang sudah diolesi tinta. Tentunya akan timbul rasa perih di kulit yang disayat tersebut. Meski saat alis disulam, kamu sudah diberi anestesi untuk memberikan rasa kebal, bisa saja kamu masih merasakan perih dan sakitnya luka sayatan ujung pisau.

2. Iritasi

Kredit Foto: udermis.ru

Sulam alis tidak dianjurkan dilakukan kepada orang yang memiliki kulit sensitif. Jika kulit kamu tergolong sensitif, lebih baik urungkan niat menyulam alis. Kulit yang sensitif akan lebih mudah mengalami iritasi. Tanda-tanda iritasi kulit yang paling mudah dikenali adalah timbulnya bercak merah di sepanjang alis mata. Iritasi itu disebabkan oleh bahan tinta yang digunakannya.

3. Infeksi

Kredit Foto: tratnheal,com

Saat melakukan proses penyulaman alis, bisa saja alis kamu terkena infeksi. Hal ini bisa terjadi karena adanya luka sayatan pada alis. iritasi seperi yang dijelaskan pada poin nomor 2 diatas, jika dibiarkan bisa saja menibulkan infeksi. Tanda-tanda paling gampang dilihat dari infeksi adalah membengkaknya alis mata kamu. Ada beberapa faktor penyebab infeksi, misalnya saja alat yang digunakan untuk mengyulam alis tidak dalam keadaan yang bersih. Selain itu alergi yang ditimbulkan oleh tinta yang masuk kedalam jaringan kulit adalah penyebab infeksi.

4. Pertumbuhan bulu alis akan terganggu

Kredit Foto: pinterest.com

Saat jarum sulam mulai menyayat kulit alis kamu, maka lapisan kulit epidermis akan rusak. Hal ini akan mempengaruhi kondisi rambut alis dan akarnya. Kerusakan kulit itu akan mempengaruhi pertumbuhan bulu alis mata, sehingga berakibat bulu alis mata tidak bisa tumbuh subur seperti sedia kala sebelum melakukan treatment sulam alis. 

5. Ketergantungan

Kredit Foto: pinterest.com

Tinta yang dimasukkan kedalam kulit ada masanya dan tidak selamanya terlihat cerah. Suatu saat warna alis akan memudar karena tinta sulam alis itu hanya bisa bertahan anatara 1-3 tahun. Untuk memperindah kembali alis, maka kamu harus menyulam alis kembali. Hal inilah yang bisa menyebabkan ketergantungan pada sulam alis, karena alis yang sudah disulam membuat bulu alis mata sudah tidak bisa tumbuh seperti semula.

Nah, itu dia 5  resiko  terbesar  yang harus kamu jalani jika ingin  menyulam alis. Pikir kembali secara baik-baik ya. Bagi kamu yang ingin tahu lebih banyak tentang kesehata, klik saja di sini.