BUDAYA

Yuk, Kenali Jenis Motif Batik Parang dan Ketahui Maknanya

 I Hanta Dri
I Hanta Dri,
Senin, 02/10/2017 19:57 WIB


Yuk, Kenali Jenis Motif Batik Parang dan Ketahui Maknanya
Om Kumis - batik adalah warisan budaya tanah air yang memiliki nilai seni tinggi dan telah mendapat pengakuan dunia. Ada banyak sekali motif batik yang tersebar di seluruh nusantara. Setiap daerah memiliki motif batik yang berbeda-beda dengan keunikan dan ciri khasnya masing-masing. Setiap motif atau corak batik memiliki makna dan filosofi tersendiri.

Begitu pula dengan motif batik Parang yang merupakan salah satu motif paling tua di Indonesia. Motif batik Parang diciptakan oleh pendiri Keraton Mataram. Motif batik Parang ini cukup populer di Indonesia dan juga banyak peminatnya di manca negara. Motif batik Parang memiliki ciri khas corak sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal dengan susunan motif yang membentuk seperti huruf S yang saling sambung menyambung. Garis menurun ini adalah penggambaran dari Pereng atau lereng yang merupakan asal kata dari Parang.

Sejak pertama kali diciptakan, ternyata motif batik Parang tak hanya terdiri dari satu corak saja, melainkan ada beberapa corak berbeda dengan makna filosofis yang berbeda di setiap corak itu. Kali ini Omkumis akan ajak sobat Omkumis untuk mengenal berbagai jenis motif batik Parang beserta maknanya. Mari kita kenali, cintai, dan lestarikan warisan budaya bangsa kita.

1. Parang Rusak

Kredit Foto: anotherorion.com

Motif ini adalah salah satu motif batik yang paling populer. Motif ini menggambarkan semangat yang tak pernah padam, pantang menyerah untuk mendapatkan kemenangan, dan juga lambang dari rasa hormat, keteladanan serta ketaatan pada nilai-nilai kebenaran. Motif ini diciptakan oleh Danang Sutowijoyo alias Panembahan Senopati saat pendiri Mataram ini tengah bertapa  di Pantai Selatan. Panembahan Senopati terinspirasi dari hantaman ombak besar yang bisa merusak karang. pada jaman dulu Parang rusak hanya boleh digunakan oleh penguasa atau kstaria, dan kemudian biasa digunakan prajurit setelah perang, untuk memberitahu raja bahwa mereka telah menang perang.


2. Parang Kusumo

Kredit Foto: pinterest.com

Motif Parang Kusumo berasal dari kata 'kusumo' yang berarti kembang. Sesuai namanya yang artinya kembang, motif ini menggambarkan sebuah pribadi yang harum dan jauh dari perilaku yang melanggar norma-norma yang berlaku. Pada jaman dulu, motif Parang Kusumo sering dipakai oleh para keturunan Raja saat berada didalam kraton


3. Parang Slobog

Kredit Foto: pinterest.com

Motif batik parang Slobog ini melambangkan sebuah harapan, sekaligus sebuah keteguhan hati dan juga kesabaran. Dulu, motif ini biasa dipakai saat upacara pelantikan pejabat dan juga sering dikenakan dalam acara pemakaman. Kenapa di acara pemakaman, karena hal itu sebagai perlambang harapan supaya keluarga yang ditinggalkan bisa teguh, kuat dan sabar telah kehilangan salah satu keluarganya.


4. Parang Barong

Kredit Foto: pinterest.com

Motif Parang Barong mirip dengan motif Parang Rusak, hanya ukurannya lebih besar. Barong dalam bahasa Jawa berarti singa. Sedangkan singa adalah simbol dari raja, sehingga motif ini simbolisasi dari kebijaksanaan dan pengendalian diri. Motif Parang Barong diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma, Sultan ke-tiga Kesultanan Mataram yang memerintah pada tahun 1613-1645.


5. Motif Batik Parang Pamor

Kredit Foto: kesolo.com

Motif batik Parang Pamor menggambarkan aura atau energi yang terpancar dari diri manusia. Dalam bahasa Jawa, Pamor berarti aura atau energi. Orang yang mengenakan batik Parang Pamor ini akan meningkat aura atau energinya sehingga tampak berwibawa.


6. Parang Curigo


Motif batik Parang Curigo melambangkan kewibawaan, ketenangan, serta kecerdasan. Motif parang curigo berbentuk keris.
Curigo dalam bahasa Jawa berarti keris. Bagi orang Jawa, keris adalah simbol dari kewibawaan, sehingga orang yang memakai batik Parang Curigo diharapkan semakin berwibawa.