KULINER

Tak Sekedar Berbentuk Unik, Ketupat Ini Punya Makna Filosofi Khusus Yang Wajib Kamu Ketahui

 I Hanta Dri
I Hanta Dri,
Sabtu, 24/06/2017 00:02 WIB


Tak Sekedar Berbentuk Unik, Ketupat Ini Punya Makna Filosofi Khusus Yang Wajib Kamu Ketahui
Om Kumis - Wah, nggak terasa Lebaran sudah tiba. Setelah sebulan penuh berpuasa kini saatnya merayakan hari kemenangan bersama keluarga tercinta. Setelah bersilaturahmi dan bermaaf-maafan, bersantap bersama keluarga akan terasa sangat sempurna. Salah satu makanan khas Indonesia yang selalu ada di hari Lebaran adalah ketupat. Ya, ketupat memang identik dengan Lebaran.


Tahukah kamu, ternyata ketupat memiliki beragam bentuk lho. Selama ini mungkin kamu sudah familiar dengan ketupat yang berbentuk jajaran genjang. Ternyata masih banyak bentuk ketupat yang ada di negara kita tercinta ini. Yang lebih menarik adalah, bentuk ketupat yang beraneka ragam itu bukan hanya karena sang pembuatnya kreatif, melainkan memiliki makna dan filosofi tersendiri.

Setiap bentuk ketupat mewakili makna tertentu dan tidak tercipta begitu saja. Ada filosofi yang terkandung di dalamnya. Mau tahu seperti apa saja bentuk ketupat khas Indonesia dan apa filosofinya? Simak penjelasan khas Omkumis di bawah ini yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Ketupat Bata

Kredit Foto: medianusantara.com

Sesuai dengan namanya, ketupat ini berbentuk seperti batu bata. Ketupat bata ini dibuat dari dua helai janur dan dianyam serupa batu bata,  yaitu persegi panjang. Ketupat ini dulu dibuat untuk menanti kelahiran seorang bayi. Ketupat bata ini memiliki makna sebuah pengharapan, yakni harapan agak jabang bayi yang dikandung lahir ke dunia dengan lancar alias mudah dan selamat, begitu pula dengan sang ibunda. Simbol ini tampak dari bentuk anyaman dimana satu helaian janur berada di satu sudut, sedangkan satu helai lainnya ada di sudut lainnya yang berseberangan. Selain sebagai simbol pengharapan, ketupat bata juga dibuat sebagai simbol tercapainya keinginan


2. Ketupat Jago

Kredit Foto: youtube.com

Dalam bahasa Jawa, jago adalah kata lain dari ayam jantan. Ketupat jago ini biasanya dibuat dan disajikan saat perayaan empat bulanan kandungan. Nah, ketupat jago ini dibuat sebagai simbol pengharapan supaya jika sang jabang bayi dalam kandungan berjenis kelamin pria, maka orang tua berharap anak lelakinya nantinya menjadi seorang yang jago, watak kesatria, dan berkedudukan tinggi. Ketupat jago ini memiliki perbedaan dalam jumlah janur yang dipakai saat pembuatan. Jika biasanya ketupat dibuat dari dua helai janur, ketupat jago yang dibuat dari delapan helai janur. Ketupat ini memiliki bentuk segitiga sama kaki, dengan ujung ketupat menjuntai di bagian kiri. Sementara sisa helaian janur diikat di bagian atas ketupat.


3. Ketupat Sidalungguh


Selain ketupat jago, salah satu ketupat yang dibuat dan disajikan dalam acara syukuran empat bulanan kandungan adalah ketupat Sidalungguh. Bentuk ketupat ini terbilang kecil dengan tiga helai janur yang dikeluarkan dari sisi-sisi ketupat. Ketupat sidalungguh dijadikan simbol kandungan yang sudah ditiupkan rohnya, sehingga jabang bayi dalam kandungan sudah diberikan kedudukan alias sudah memiliki kedudukan sebagai manusia. Nama Sidalungguh diambil dari kata 'sido' dan 'lungguh'. Dalam bahasa Jawa, Sido berarti jadi. Sedangkan   Lungguh artinya duduk. Jadi, sidalungguh artinya jadi duduk.


4. Ketupat Debleng

Kredit Foto: https://cauchymurtopo.wordpress.com/

Berbeda dengan ketupat jago yang dijadikan sebagai simbol pengharapan jika memiliki anak laki-laki, ketupat yang dijadikan simbol pengharapan untuk anak perempuan adalah Ketupat Debleng. Ketupat ini melambangkan sosok perempuan berparas cantik dan berbudi luhur, sehingga ketupat ini dibuat sebagai pengharapan semoga anak perempuan yang akan lahir nantinya berparas cantik dan berbudi luhur.Ketupat ini dibuat menggunakan empat helai janur, dengan helaian janur di dua sudut yang berseberangan.


Nah, itu tadi empat jenis ketupat dengan bentuk yang unik sekaligus memiliki makna dan filosofi yang dalam. Setelah membaca penjelasan diatas, semoga kita semakin mencintai kebudayaan Indonesia. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang artikel kuliner dan gaya hidup lainnya, klik saja di sini.

Baca juga: