‘Aku Pinang Kau dengan Secangkir Kopi’

Admin
Admin,
Rabu, 09/11/2016 07:30 WIB


‘Aku Pinang Kau dengan Secangkir Kopi’
Om Kumis - Bukan seperangkat alat shalat atau perhiasan emas yang jadi mas kawin Angga Yudhistiwa saat menikahi Wasiti Putri. Dua jenis mahar ini terlalu mainstream bagi pasangan asal Banyuwangi, Jawa Timur.
Karena itu si mempelai wanita meminta mas kawin berupa secangkir kopi istimewa yang dibuar sendiri olah sang pujaan hati.
Bukan karena kere tak bisa membeli mas kawin dalam bentuk barang. Kopi bagi pasangan berbahagia ini tak cuma sekadar minuman. Ada makna mendalam ternyata di balik secangkir kopi.

Seperti dilansir dari Kompas.com, pernikahan keduanya terjadi pada 11 September 2016.
Sebelum akad nikah, Angga terlihat sibuk meracik kopi. Yang ia racik adalah kopi campuran Arabica campuran Gayo dan Ijen Raung dengan metode cold brew.
Setelah siap, akad nikah pun digelar.Setelah sumpah janji dua insan ini disebut, Angga memberikan kopi hasil racikannya kepada Wasiti, wanita yang baru beberapa menit jadi istrinya.

Kopi itu lantas diteguk habis oleh Wasiti.


"Perfect," kata Angga disambut tepuk tangan meriah tamu undangan.
Wastiti mengaku sengaja kopi sebagai mas kawin karena dia dan suaminya sama-sama hobi minum kopi.
"Selain itu, kalau diminum kan kopinya jadi satu dengan tubuh. Harapannya ya tidak bisa terpisah sampai tua dan di surga," katanya.
Sementara bagi Angga, makna filosofis secangkir kopi adalah sederhana dan jujur. Kesederhanaan kopi bisa dilihat dari rasa dasarnya yang pahit, sementara jujur dilihat warna kopi yang hitam.

"Walaupun rasanya pahit, kopi masih ada rasa manisnya kok. Warnanya juga hitam lambang kejujuran. Harapannya nanti pahit manisnya pernikahan kami akan kami nikmati, juga jujur layaknya kopi," kata Angga.