Sisi Gelap Dunia Game Online 

Admin
Admin,
Minggu, 04/12/2016 00:17 WIB


Sisi Gelap Dunia Game Online 
Om Kumis - Bagi kamu yang sudah lama bermain game online pasti sudah tidak asing lagi dengan sistem jual beli barang, item, skin, hingga karakter di dalam game. 


Keinginan untuk membuat karakter lebih baik, kuat, dan beda dari pemain lainnya, merupakan salah satu tujuan dan sumber pemasukan bagi banyak pengembang dan penerbit game menampilkan fitur ini. Namun, ternyata hal tersebut juga sudah lama menjadi target para penjahat siber. 


Bagi pemain game online yang sembrono dipastikan akan menjadi korban tindak kejahatan serangan phishing dan pembajakan akun game, bahkan tidak sedikit pula perusahaan dan penerbit game tersebut jadi sasaran serangan ganas, seperti DDoS dan lainnya. 


Lewat laporan riset terkini dari Trend Micro, menjabarkan bagaimana para peretas membobol akun dan mengambil uang yang gamer miliki. 


Tak hanya itu, mereka pun akan menjual hasil 'jarahan'-nya ke gamer lain, dan menggunakan uang hasil penjualan tersebut untuk mendanai operasi kejahatan siber yang tengah lakukan. 


Eksploitasi Sikap Kompetitif Pemain 


Siapa sih yang tidak ingin jadi pemain terbaik di dalam game yang dia mainkan? Sikap tak ingin kalah dengan pemain lain ini dilihat sebagai kelemahan pemain game online. 


Terbukti, banyak pemain yang rela menghabiskan uang hingga sampai puluhan juta hanya untuk membeli sebuah item di dalam game atau ditukar dengan in-game currency atau mata uang di dalam game. 

Kredit Foto: mmogames.com

Salah satu target empuk peretas dan kejahatan siber adalah pemain game bergenre MMORPG (massively multiplayer online role-playing game). Kenapa peretas secara spesifik menargetkan pemain game MMORPG? 


Tidak seperti game bergenre lainnya, pemain game bergenre MMORPG memiliki sikap daya saing yang tinggi di sesama pemain game. Banyak dari mereka ingin tampil lebih unggul dari segi tingginya level karakter hingga sampai dengan item langka yang dimiliki. 


Penggunaan mata uang di dalam game sendiri sebenarnya sudah jadi dilema banyak pemain game online. Beberapa merasa kalau mata uang di dalam game digolongkan sebagai tindakan curang dan kurang sportif, lainnya merasa hal tersebut biasa dan sah saja. 


Karena itu, berhubung kegiatan jual beli mata uang game online tidak termasuk pelanggaran hukum, penjahat siber pun memanfaatkan peluang tersebut sedemikian rupa. 


Salah satu cara yang mereka lakukan adalah dengan membangun situs jual beli mata uang game online untuk game-game seperti FIFA, World of Warcraft, Pokemon Go, dan game lain sebagainya. 

ytimg.com

Tak segan-segan, mereka pun gencar menggunakan berbagai cara untuk menarik pemain game yang tak curiga melalui iklan, penawaran promo, dan bahkan menghadirkan sistem pembayaran terenkripsi. 


Imbas ke Pengembang dan Penerbit game 


Tak sebatas mempengaruhi industri game, aktivitas kejahatan siber ini juga memiliki dampak yang besar terhadap orang-orang yang bekerja di pengembang dan penerbit game tersebut baik secara global maupun lokal. 


Bila dirunut kembali sebab-akibatnya, bisa dikatakan bahwa, bermain curang pada permainan game online agar lebih unggul dari pemain lainnya dengan membeli mata uang di dalam game melalui pihak-pihak ketiga yang tidak sah, secara tidak sengaja kamu telah berkontribusi turut menyokong matinya game online itu sendiri. 


Ada baiknya kamu dapat memahami dan menyadari setiap tindakannya dapat berdampak buruk terhadap keberlangsungan game yang kamu sukai dan menghindarkan diri menjadi penyokong dana bagi setiap aksi-aksi kejahatan siber yang kini makin gencar terjadi. 


Lihat cerita lainnya di sini

Trending

  • {{ trend.numb }}